
Mikum
Girls, gimana nih kabarnya? Alhamdulillah satu lagi artikel terbaruku
sudah selesai kubuat. Judulnya sih masih tetap sama “Mencari Pendamping
Ideal”, cuman yang membedakan adalah Topik Pe
mbahasannya,
kalo di artikel sebelumnya aku memaparkan tentang Contoh Kriteria Istri
ideal. Nah kalo untuk artikel kali ini aku akan mencoba untuk
memaparkan tentang Contoh Kriter ia Suami Ideal. Tapi tentunya menurut
sudut pandangku sendiri loh. jadi, jangan protes ya. Kalo ada yang gak
setuju. Maklum ajalah, namanya juga penulis amatiran. suka-suka gue aja,
tangan-tangan gue, yang nulis gue, masalah buat loh??!. Hahaha *soimah
mode on
“Suami Ideal, Kayak apa sih?”. kalo aku coba nanya
tentang kriteria suami ideal ke sebagian perempuan, pasti jawabannya
bermacem-macem, mungkin ada yang bilang “ Suami yang ideal tu, Yaa suami
Mateng (Mapan dan Ganteng)”. Terus mungkin juga ada yang jawab “ Suami
Ideal tu, yaa suami yang baik, bijaksana, pengertian, romantis, dan
sholeh”( ekhmm.. kalo jawaban yang inimah karakter sipenulis banget.
*narsis dikit^^). Tapi apapun jawabannya, aku akan tetap berikan aplous.
Coz gak ada yang salah kok dengan jawabannya, karena seperfect apapun
kriteria cowok yang kamu harapkan, menurutku itu sah-sah saja. Oke
girls, Sebelum aku memaparkan contoh kriteria suami ideal, aku akan
coba untuk mendefinisikan kata dari Ideal itu sendiri. Ideal, mungkin
sebagian orang ada yang beranggapan Sifat dari kata ideal sama
seperti Kesempurnaan. Padahal, sebenernya definisi sifat dari kata
Ideal itu adalah suatu bentuk sifat yang memiliki kesamaan antara kamu
dengan si doi. Artinya, ketika kamu mencari Suami Ideal atau Istri
ideal, bukan berarti kamu mencari Suami atau Istri Sempurna, Tapi suami
atau istri yang sesuai dengan karakter diri kamu sendiri. Nah loh paham
gak tu penjelasannya. Pokoknya sperti yang aku bilang dari awal, jangan
protes. setuju gak setuju, kudu setuju. hhee… *maksa.
Suami
Ideal, atau yang lebih tepatnya lagi calon suami Ideal. “lho kok calon
suami?”. Iya donk, khan belum nikah, masih calon, belum jadi hak milik.
enak aja ngaku-ngaku. Entar dimarahin emaknya loh. *hhee. Siapa sih
yang gak kepengen punya suami kayak gitu, pasti setiap wanita
mendambakkan sosok lelaki macem gitu, iya gak girls?. apalagi jaman
sekarang, kata emak ku “jaman ayeunamah neangan pemuda anu bener
jeung hademah hese”. Nah tuh, tau gak artinya girls?, Kalo gak tau aku
translet nih; “jaman sekarang tuh nyari pemuda yang bener dan baik tu
susah”, kira-kira begitulah artinya girls. Lagian jaman sekarang tuh
susah – susah gampang nyari lelaki yang bener dan baik hati.
“oya?cyus?myapa?”. Iya beneran loh, Susahnya tuh pas kamu gak kenal
sama si penulis dan gampangnya tuh pas kamu mengenal sama si penulis.
“maksud loh?!”. Upss, gak ada maksud apa2 kok girls. bener deh, cuman
lagi coba jelasin doank. Wackk!. *juspuding^^”.
oke deh, biar
tulisannya gak menuhin wall kalian, kita langsung aja ke topik
pembahasannya. Selain dua contoh yang telah aku jelasin di tulisan
sebelumnya ( baca ; Mencari Pendamping “ideal” Part 1), sekarang di
pembahasan kali ini ada tiga tambahan tentang Kriteria calon suami
ideal, yaitu “BBB”. eitts maksudnya bukan nama group vokalnya bentukan
teh melly goeslaw ya, tapi ini tuh singkatan dari kata “Berkualitas,
Berkarakter, dan Bertanggung Jawab”. Nah, dari kata itulah nanti aku
akan coba untuk memaparkn satu persatu uraiannya.
Pertama
adalah Berkualitas. Maksud dari berkualitas di sini bukan di nilai dari
tampangnya yang kece’ or status sosisalnya yang tinggi doank girls. tapi
maksudnya adalah Akhlaknya. Ingetin nih jangan dilupain. Akhlak atau
Perilaku harus kamu perhatikan dengan extra Teliti. Karena nanti si doi
bukan Cuma jadi Suami kamu aja, tapi sekaligus imam alias pemimpin dalam
rumah tangga kamu. Emang sih terkadang kita tuh perlu juga melihat
seseorang dari status sosial or pendidikannya, tapi bukan berarti jadi
ukuran Berkualitasnya pribadi seseorang ya . walaupun di belakang
namanya ada embel2 gelar kayak, SP, DR, IR, SP.d, Alm ( maksudnya
Almarhum. *Hhee). Itu semua bukanlah jaminan girls. Karena banyak
sekali orang yang punya status sosial tinggi dan berpendidikan tinggi
tapi kelakuannya bejad, sukanya main perempuan, judi, beyey alias
mabok-mabokan dst. Nah kalo kelakuannya udah kayak gitu, gimana mau
dibilang Berkualitas coba. Jadi emang yang jadi ukuran Berkualitas or
enggaknya seseorang tuh di nilai dari akhlaknya. Kalo akhlaknya baik,
dia berarti masuk dalam kategori Pribadi yang Berkualitas, tapi kalo
akhlaknya buruk, berarti dia bukanlah tipe Pribadi yang Berkualitas.
Setuju khan girls?. Rosululloh saw pernah menyampaikan dalam hadisnya
“Sebaik-baik manusia ialah orang yang memberi manfaat pada orang lain.
Dan Sebaik-baik manusia ialah mereka yang paling baik akhlaknya
(berkasih sayang kepada orang lain).” (Riwayat At Tabrani). Nah tuh.
Jadi sebelum kamu ngerengek minta di nikahi, kamu juga harus teliti
melihat akhlak atau perilaku dari calon suamimu. Seperti yang telah aku
katakan sebelumnya, suami adalah seorang pemimpin sekaligus perangai
dalam keluarga, nah kalo sipemimpin akhlaknya bejad gak ketulungan,
gimana dia mau jadi suri tauladan buat anak2 kamu nanti, terus generasi
macam apa yang akan kalian bentuk nanti. Jadi jangan lupa perhatikan
dengan teliti akhlaknya. Nah kalo kamu udah yakin si doi Akhlaknya
baik, langsung aja tuh kamu ngomong ke si doi “kang, Kita ke KUA yuk?” .
*wkwkwk :)
Yang Kedua, Berkarakter. Seperti yang telah aku
sampaikan juga di artikel sebelumya, melihat karakter atau sifat dari
diri seseorang adalah poin yang sangat penting sebelum kamu akhirnya
memutuskan untuk menjadi pendampingnya. Liat dengan cermat, si doi punya
karakter antagonis atau protagonis, kalo antagonis mendingan jangan di
pilih deh, mendingan buru-buru katakan “No!”, atau ungkapin pake gayanya
Kang pasha ungu; “sayang… maafkan, aku ingin putus” *gunjreng. Coba
bayangin deh, kalo nanti kalian udah berumah tangga pasti yang ada
keluarga kamu di juluki keluarga Rocker. Yang ada teriak-teriak mulu.
Dikit-dikit bentak. Dikit-dikit marah. Kadang-kadang panci juga ikut
berbicara “ggombreng!”. Huhh pasti batin banget punya suami kayak gitu.
Jadi lebih baik akhiri saja jangan dipilih. Daripada kamu menyesal
diakhir. Karena hidup kita cuman sekali. Kalo sekali saja kita salah
dalam menyikapinya, maka penyesalan beruntun akan datang menghampiri
kehidupan kita. Jadi harus serba hati-hati girls. Dan harus kalian ingat
girls, rata-rata cowok yang gak punya karakter dia cenderung Plin-Plan,
gak punya prinsip, atau gak konsisten. Sifatnya cenderung
berubah-ubah. Nah kalo orang kayak gini mau kamu jadikan suami, apa
jadinya nanti. mungkin aja nanti si doi minta cerai ketika dia sudah
merasa gak ada kecocokan sama kamu atau bosan, Tentunya tanpa ada alasan
yang jelas dan secara sepihak. atau mungkin juga rumah tangga yang
kamu bina dengan si doi berantakan karena dari awal kamu gak teliti
dalam melihat pribadi dari calonmu itu. Jadi, pilihlah suami yang
Berkarakter. Sukur-sukur karakternya kayak si penulis. Protagonis;
Murah senyum dan baik hati. *Gubrakk!^^"
yang terakhir,
Bertanggung Jawab. Kalo ini sih jauh lebih penting lagi girls. Seperti
yang telah aku katakan di poin pertama, suami itu bukan cuman sebagai
pasangan hidup doang tapi juga sekaligus pemimpin. Artinya, suami
mempunyai peranan penting dalam suatu tatanan keluarga. Selain
sebagai pencari nafkah dia juga sebagai teladan yang akan jadi panutan
bagi keluarganya, baik itu kamu sebagai istrinya atau anak-anak kamu
nanti. Nah dari sinilah seorang suami dituntut untuk bertanggung jawab
secara total. Tanggung jawabnya adalah, seorang suami harus berperan
sebagai “Pekerja Keras”, tentunya untuk mencukupi kebutuhan
keluarganya. seorang suami harus berperan sebagai “Guru yang bijak”,
artinya dari setiap ucapan ataupun perilaku dia mampu memberikan
tauladan yang baik untuk anak-anaknya sebagai generasi penerus sekaligus
penjaga kehormatan bagi keluarganya. dan yang terakhir seorang suami
harus berperan sebagai “Sang Motivator ulung”, artinya suami adalah
otak atau penggagas dalam berbagai kebijakan yang akan diputuskan,
tentunya untuk masa depan sekaligus perkembangan keluarganya. Nah peran
seperti itulah bentuk dari sikap tanggung jawabnya seorang suami, baik
pada dirinya maupun pada keluarganya. Jadi jangan asal aja yua girls.
Dalam sebuah hadis, Rosululloh Saw berkata “Contoh pemimpin yang baik
ialah mereka yang dapat melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga
(rumah tangga) dan negara dengan baik dan sempurna” (HR. Bukhari).
jadi, sebelum kamu melangkah lebih jauh lagi dengan si doi, kamu harus
lihat dulu pribadinya, apakah sikapnya selama ini terlihat seperti
orang yang bertanggung jawab or enggak. Bila perlu kamu coba deh kasih
pertanyaan ke si doi seputar “Tanggung Jawab Seorang suami”, apakah dia
bisa menjawabnya dg lugas atau justru dia gugup, “bla ble blo”. oke
girls?.
Oiya girls, ini sih cuman sekedar sebagai peringatan
doank. Jangan mau kena tipu daya plus rayuan gombalnya lelaki ya.
Biasanya, ketika masih dalam penjajakan atau kalo bahasa kerennya tuh
Pacaran, beuhh manis banget kata-katanya. Semanis madu!. Akhlaknya di
baik-baikin. Apel selalu tepat waktu, Kalo lagi ngomong berwibawa
banget, (maksudnya sih biar keliatan berkarakter dan bertanggung jawab
geto!). Pokoknya selalu menampilkan yang terbaik deh dan terlihat ingin
sempurna (heum kayak siapa yah). Tapi kalo udah nikah, sebulan sih masih
oke, gak ada yang berbeda dari sikap sebelumnya, tapi kalo udah lima
bulan, setahun, dua tahun, biasanya ketauan tuh belangnya. Nah kalo
nanti suami kamu kayak gitu, langsung aja deh kamu do’ain “ Ya Alloh,
ternyata suamiku omdo nih, mudah-mudahan batas akhir hidupnya di
percepat”. eh salah, Maksudnya kesadarannya yang dipercepat. Hhee.
Lagian seburuk apapun pasangan kita tetap aja gak boleh doain yang gak
bener girls, pamali. lebih baik doain aja yang kemungkinannya lebih
besar bagi keutuhan rumah tangga kamu. mungkin aja dia begitu karena
sikap kamu juga udah gak kayak dulu lagi. mendingan di diskusikan aja
biar ketauan akar permasalahannya tu dimana. Jangan egois. Harus saling
mengevaluasi satu sama lain. karena itu adalah kunci kebahagiaan dalam
rumah tangga. Setuju khan girls?.
Oke deh girls, aku rasa
cukup sampai di sini saja pembahasan tentang Kriteria calon suami
ideal. Sekali lagi aku tekankan, jangan asal aja memilih suami. Asal
Ganteng, asal kaya,Asal Pangkatnya tinggi. tapi kualitas Akhlak,
Keimanan, dan Agamanya Asal-asalan. Gaswat tuh!. Semuanya harus kamu uji
secara teliti dan juga hati-hati. Pesanku, Lebih baik sabar dalam
mencari dari pada terburu-buru eh ternyata lelaki yang kamu dapatkan
jauh dari harapan, lalu pada akhirnya kamu jadi rugi sendiri. Waktu
yang telah kamu habiskan bersamanya,cinta yang kamu berikan padanya,
semuanya jadi sia-sia karena ketidak hati-hatian kamu sendiri. Nah
kalo udah kayak gitu, Apa kata dunia?!!. Smoga Artikelnya bermanfaat
ya :)